Tuesday, February 15, 2011

my boy ..

when he smiles outshining every star in evening sky, sending warmth throughout the coldest snow in winter night ..

kau tahu, aku tahu, dan kita tahu

Kau tahu aku kuat. Seperti katamu, aku tak pernah menangis.
Kau tahu aku kuat. Seperti katamu, aku tak pernah mengeluh.
Kau tahu aku kuat. Seperti katamu, aku tak pernah menyerah.
Tapi kau tak tahu ternyata aku rapuh. Aku tersenyum walau hati merintih.
Kau tak tahu ternyata aku rapuh. Aku tersenyum walau hati meretak.
Kau tak tahu ternyata aku rapuh. Aku tersenyum walau hati menjerit.
Dan aku tahu aku terlalu takut. Aku takut akan menyakitimu.
Aku tahu aku terlalu takut. Aku takut akan kecewakanmu.
Aku tahu aku terlalu takut. Aku takut akan kehilanganmu.
Lebih mudah bagiku menangis di belakangmu. Aku tak ingin kau melihat airmataku.
Aku tak ingin kau tahu aku bersedih.
Lebih mudah bagiku tertawa di hadapanmu. Aku hanya ingin kau melihatku tertawa.
Aku hanya ingin kau tahu aku selalu bahagia.
Akhirnya kau dan akupun tahu. Cinta menjaga saat kita menangis.
Kau dan aku tahu. Cinta memaafkan saat kita menyakiti.
Kau dan aku tahu. Cinta menuntun saat kita terjatuh.
Karena itu kita tahu. Cinta itu tidak buta, dia hanya memahami.
Tapi kita tak tahu. Cinta juga bisa menyakiti.

amnesia

Aku masih ingat bagaimana awal ku bertemu denganmu. Aku ingat bagaimana pertama kali kau jabat tanganku. Aku ingat bagaimana isi sepucuk surat cinta yang kau kirimkan untukku. Aku ingat bagaimana kebisuanmu saat kupalingkan wajah, dan kaupun berlalu. Aku ingat bagaimana kau meninggalkanku tanpa sepatah kata perpisahan. Aku ingat bagaimana empat tahun lamanya aku mengenangmu sendirian. Aku ingat bagaimana rasanya ku ingin melupakanmu, namun aku tak bisa. Aku ingat bagaimana akhirnya kau hadir lagi di kehidupanku. Aku ingat bagaimana sms pertamamu dalam telepon selulerku. Aku ingat bagaimana kau ucapkan maaf karena meninggalkanku. Aku ingat bagaimana kau selalu mengingatkanku untuk makan dan belajar. Aku ingat bagaimana kau memperjuangkanku. Aku ingat bagaimana kau coba tuk merebut hatiku. Aku ingat bagaimana kau pernah putus asa mempertahankan aku. Aku ingat bagaimana kau memberiku kotak kecil yang kau simpan di garasiku. Aku ingat bagaimana hangat pelukmu saat aku tak kuat menahan dinginnya hujan. Aku ingat bagaimana pertama kali kau kecup lembut bibirku. Aku ingat bagaimana harum tubuhmu. Aku ingat bagaimana kau ucapkan “I’ll always love you” untukku. Aku ingat bagaimana kau menggenggam erat tanganku. Aku ingat bagaimana kau tatap tajam mataku. Aku ingat bagaimana kau ucapkan selamat tidur setiap malam untukku. Aku ingat bagaimana kau sabar menghadapi sikapku. Aku ingat bagaimana kau tersenyum saat ku menyakitimu. Aku ingat bagaimana kau menghapus air mataku saat aku menangis. Aku ingat bagaiamana kau melindungiku dari orang yang menyakitiku. Aku ingat bagaimana kau berjanji takkan meninggalkanku dan akan selalu menyayangiku apapun keadaanku dan sampai kapanpun. Aku ingat bagaimana kau tertawa karena candaanku. Aku ingat bagaimana kau kawatir jika aku belum lekas pulang. Aku ingat bagaimana kau bernyanyi untukku. Aku ingat. Dan aku tak ingin amnesia bila semua kenangan bersamamu terlalu manis untuk terlupakan.

berbohonglah !

Ku ingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika matahari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

cerita kita

Siang ini aku duduk di samping orang yang kusayangi. Seseorang yang dulu menjadi kenangan semasa ku duduk di bangku Sekolah Dasar. Yang dulu sering menggenggam erat tanganku saat hujan mengguyur dan menemaniku saat aku menangis. Hebatnya, tak ada yang berubah. Pandangan matanya masih seperti yang kulihat empat tahun yang lalu. Kebisuannya masih sama saat kupalingkan wajahku ketika ia berlalu dari pandanganku.
Aku dan dia terpisah jarak tanpa sepatah kata perpisahan. Empat tahun lamanya aku memendam rasa padanya. Aku menunggu dan menunggu kapan ia kembali. Dan akhirnya, dia ada disampingku saat aku menulis blog ini.
Singkat kata, singkat cerita. Aku dan dia jatuh cinta. Perasaan ini menjadi sebuah derita untukku, dan aku berharap dia juga merasa apa yang kurasa, tanpa banyak tanda tanya.
Akhirnya aku mengerti apa yang kurasakan padanya. Ketika dia pergi dan aku masih setia menunggunya. Ketika dia menyakiti dan aku masih bisa tersenyum untuknya. Ketika dia putus asa dan aku masih memperjuangkannya. Ketika dia terjatuh dan aku masih berdiri tegar melindunginya. Ketika dia jauh dan aku masih selalu mendoakannya.
Saat bersamanya aku tertawa, saat dia tak ada aku memikirkannya. Mengenalnya adalah alasanku untuk dewasa. Karenanya aku bisa belajar lebih menghargai hidupku dan orang lain. Karenanya aku bisa lebih kuat dan tegar menghadapi ketakutan yang ada di depan mata. Karenanya aku bisa untuk lebih bersyukur atas semua yang Tuhan berikan.
Dia mengajariku tentang melihat dan menyayangi seseorang dengan sederhana. Dia memberiku pengertian bahwa rasa sayang tak harus dalam suatu ikatan atau hubungan, dan rasa sayang tak harus saling memiliki. Dia mengajariku menyayangi tanpa harus selalu bertemu tapi saling mendoakan. Dia mengajariku bagaimana kita saling memberi, saling berbagi, saling melengkapi, saling mengerti, saling percaya, saling menjaga dan melindungi. Tak pernah dia mengajariku bahwa rasa sayang saling menyakiti. Tak ada kata perbedaan antara kita. Justru perbedaan antara aku dan dialah yang menyatukan kita. Sebab Tuhan menciptakan cinta, agar yang berbeda-beda itu bisa menyatu.
Tuhan, aku selalu berdoa agar dia selalu bahagia. Terlalu besar rasa sayangku padanya untuk membiarkan dia bersedih. Tak rela hatiku untuk  menangisi dia karena merasakan sakit yang tak seharusnya dia rasakan. Terlalu tak tahu bagaimana caranya untukku membayar rasa bersalah yang kurasakan sampai dia tersakiti. Aku tak ingin melihatnya menangis. Yang kuingin, selalu melihat dia tertawa.
Selama aku masih bisa membuka kedua mataku, aku ingin meihat dunia lebih indah dari hari ini karena senyumnya. Selama aku masih bisa tertawa, aku ingin dia melihatku tertawa karenanya. Selama aku masih bisa berpikir jernih, aku ingin selalu mengingat cerita cintaku dan dia yang rumit, cerita kebersamaanku dengannya, semua kisah yang pernah ada antara aku dengannya, dan aku ingin segala cerita yang sedang ku jalani bersamanya takkan berakhir sia-sia sampai disini. Selama aku masih bisa berdoa, aku ingin selalu bersyukur pada Tuhan karena telah memberi aku kebahagiaan lewat dia. Selama aku masih bisa berjalan, aku ingin jalan berdampingan dengannya sebagai wanita yang merasa paling beruntung dan bahagia punya cinta seindah dia.
Terimakasih Tuhan, dia adalah hadiah terindah di setiap hariku. Aku tak perlu lagi meragu bahwa dia menyayangiku. Karena aku tahu, perasaannya sama tersirat sepertiku. Kini aku sudah berhadapan dengannya, menggenggam erat tangannya dengan senyum yang merekah. Melihat tajam tatapan matanya, merasakan hangat peluknya, dan lembut kecupannya. Karena dia telah menjadi seorang teman, sahabat, dan anugerah terindah yang pernah kumiliki.
Setelah selesai menulis blog ini, aku memandang wajahnya yang cerah. Kulihat senyuman yang begitu indah dari wajahnya. Ku baca lagi pesan singkat darinya pada telepon selulerku, yang dia beri tanggal 9 Januari 2011. Berulang kubaca kalimat terakhirnya. Dia tulis “I’ll always love you”.

Monday, February 14, 2011

Dia

Dia yang selalu disampingku saat aku menangis. Dia yang menghapus airmataku dengan penuh kesabaran sambil berbisik “Kamu tetap cantik walaupun menangis”. Dia yang mengajariku tentang ketegaran. Dia yang selalu mengecup dahiku dan memelukku saat aku terisak sambil berkata “Aku yang akan menjagamu”. Dia yang membuatku tertawa hingga kulupakan semua masalah dan beban yang membuatku menangis. Dia. Memang hanya dia yang memahamiku saat aku menangis.

Sunday, February 13, 2011

kalah

kau pikir aku bodoh? pergi angkat kakimu! di sat aku tak ada, kau jual hatimu. kau pikir ku tak tahu apa isi hatimu? kau pikir kau sang juara, bukan ! kaulah yang kalah! kau kira kau bisa bakar hatiku, selamat tinggal kau tak layak untukku. kau coba curi hatiku, ku takkan pernah mau. dan kau janji untuk berubah aku takkan percaya. kau pikir ku tak tahu semua maksudmu? kau tak bisa terima kau kalah, semua percuma.
ku yakin kau tak berubah. kau hanya buang waktuku. aku memang keras kepala tapi aku bisa belajar. sesekali aku disakiti takkan ada kesempatan lagi. di balik manis mulutmu, ku yakin kau tetap kau yang dulu!

aku adalah aku

"Aku tidak pernah merasa kehilangan. Karena aku tidak pernah merasa memiliki"